MAKALAH
MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA
“PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN"
OLEH:
KELOMPOK IV
Fila Delfia (H0418302)
Hamsah (H0418309)
Hildawati (H0418321)
Lisna (H0418005)
Sukma (H0418312)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
UNIVERSITAS SULAWESI BARAT
2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah dengan judul “PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN”. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas kelompok dalam mata kuliah Media Pembelajaran Fisika.
Atas bimbingan Bapak dosen dan saran dari teman-teman maka disusunlah Makalah ini. Semoga dengan tersusunnya makalah ini diharapkan dapat berguna bagi kami semua dalam memenuhi salah satu syarat tugas kami di perkuliahan. Makalah ini diharapkan bisa bermanfaat dalam proses pembelajaran.
Dalam menyusun makalah ini, penulis banyak memperoleh bantuan dari berbagai pihak, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait. Dalam menyusun makalah ini, penulis telah berusaha dengan segenap kemampuan untuk membuat Makalah yang sebaik-baiknya. Sebagai pemula tentunya masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam makalah ini, oleh karenanya kami mengharapkan kritik dan saran agar makalah ini bisa menjadi lebih baik.
Demikianlah kata pengantar Makalah ini dan penulis berharap semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, terutama bagi penulis pribadi. Aamiin.
Majene, 18 Februari 2020
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar............................................................................ i
Daftar isi..................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang....................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.................................................................. 1
C. Tujuan Penulisan.................................................................... 2
D. Manfaat Penulisan.................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Media Berbasis Audio............................................................. 3
B. Media Berbasis Visual............................................................. 4
C. Media Berbasis Audio-Visual.................................................. 6
D. Media Berbasis Komputer........................................................ 7
E. Media Internet........................................................................... 10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan............................................................................... 11
B. Saran.......................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA..................................................................... 13
BAB IPENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi yang semakin tinggi, sehingga mengubah paradigma masyarakat dalam mendapatkan informasi dari berbagai jenis media seperti surat kabar, audio visual, dan informasi lainnya salah satunya melalui jaringan internet. Salah satu bidang yang mendapat dampak dari perkembangan teknologi tersebut yaitu pada bidang pendidikan, yang pada dasarnya pendidik yang memberikan informasi kepada peserta didik.
Semakin berkembangnya teknologi pendidikan membutuhkan tingkat mobilitas yang tinggi khususnya pada penggunaan media pembelajaran. Oleh karena itu berbagai macam media elektronik dibuat untuk memudahkan mobilitas tersebut. Komputer dan notebook merupakan media yang sering digunakan dalam dunia pendidikan saat ini. Penggunaan media ini sudah lebih baik dibandingkan menggunakan media non elektronik seperti white board, dan media non elektronik lainnya.
Media pembelajaran merupakan salah satu unsur yang memegang peranan penting dalam pembelajaran. Media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar yang dapat membantu guru dalam memperkaya wawasan siswa. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan membawa pengaruh psikologis kepada siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran
B. Rumusan Masalah
2. Apa itu Media Berbasis Visual?
3. Apa itu Media Berbasis Audio-Visual?
4. Apa itu Media Berbasis Komputer?
5. Apa itu Media Internet?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk Mengetahui Apa itu Media Berbasis Audio
2. Untuk Mengetahui Apa itu Media Berbasis Visual
3. Untuk Mengetahui Apa itu Media Berbasis Audio-Visual
4. Untuk Mengetahui Apa itu Media Berbasis Komputer
5. Untuk Mengetahui Apa itu Media Internet
D. Manfaat Penulisan
1. Mengetahui Media Berbasis Audio
2. Mengetahui Media Berbasis Visual
3. Mengetahui Media Berbasis Audio-Visual
4. Mengetahui Media Berbasis Komputer
5. Mengetahui Media Internet
BAB IIPEMBAHASAN
A. Media Berbasis Audio
Jauh sebelum ditemukannya media pembelajaran berbasis visual, manusia lebih akrab menggunakan media pembelajaran berbasis audio (pendengaran). Media berbasis audio itu sendiri tidak bisa lepas dari perkembangan teknologi komunikasi suara yang digunakan manusia dari masa ke masa. Pengembangan media berbasis audio ini jika dilihat dari sejarah komunikasi suara, pada tahun 1844 Morse mengirim berita lewat kawat dari Baltimore ke Washington, maka dikenallah teknologi yang dinamakan telegrafi. Dari temuan tersebut, Alexander Graham Bell kemudian berpikir bahwa tidak hanya bunyi saja yang dapat disalurkan melalui kawat, suara pun juga bisa.
Pada tahun 1875, Alexander Graham Bell melakukan percakapan lewat telepon sebagai temuan baru di bidang komunikasi suara. Beberapa tahun kemudian, yaitu pada tahun 1895 ditemukanlah radio oleh Marconi.
Setelah ditemukannya radio, kemudian mulai ditemukannya alat perekam suara oleh Thomas Edison yaitu dikenal dengan phonograph. Melalui alat ponograf ini, orang dapat melakukan perekaman suara dengan menggunakan piringan hitam. Temuan ini kemudian berkembang seiring dengan perkembangan zaman yaitu orang mulai merekam dengan menggunakan tape recorder. Di masa sekarang, peran kaset juga telah digantikan dengan perangkat baru yang bersifat digital seperti Compact Disc (CD), dan sebagainya
Audio adalah jenis media yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan hanya melibatkan indera pendengaran peserta didik. Pesan dan informasi yang diterimanya berupa pesan verbal seperti bahasa lisan, kata-kata dan lainya. Sedangkan pesan nonverbal adalah dalam bentuk bunyi-bunyian, musik, bunyi tiruan dan sebagainya.
Media audio merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita membeli tape dan peralatan seperti tape recorder, hampir tidak diperlukan lagi biaya tambahan karena tape dapat dihapus setelah dipergunakan dan pesan baru dapat direkam kembali. Disamping itu, tersedia pula materi audio yang dapat digunakan dan dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Audio dapat menampilkan pesan yang memotivasi. Audio tape recorder juga dapat dibawa ke mana-mana, dan karena tape recorder dapat menggunkan baterai, maka ia dapat digunakan di lapangan atau tempat-tempat yang tak terjangkau oleh listrik. Media audio dapat mempengaruhi emosi dan mengembangkan imajinasi, ada beberapa jenis media audio antara lain:
- Radio
- Tape Recorder.
- kaset-audio,
- CD
- DVD,
- MP3
B. Media Berbasis Visual
Pada awal sejarah pendidikan, guru merupakan satu-satunya sumber untuk memperoleh pelajaran, sebelum berkembangnya media berbasis audio. Dalam perkembangan selanjutnya, sumber belajar itu kemudian bertambah dengan adanya buku. Pada masa itu kita mengenal tokoh bernama Johan Amos Comenius yang tercatat sebagai orang pertama yang menulis buku bergambar yang ditujukan untuk anak sekolah. Buku tersebut berjudul Orbis Sensualium Pictus (Dunia Tergambar) yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1657. Penulisan buku itu dilandasi oleh suatu konsep dasar bahwa tak ada sesuatu dalam akal pikiran manusia, tanpa terlebih dahulu melalui penginderaan.
Dari sinilah para pendidik mulai menyadari perlunya sarana belajar yang dapat memberikan rangsangan dan pengalaman belajar secara menyeluruh bagi siswa melalui semua indera, terutama indera penglihatan dan pendengaran. Kalau kita amati lebih cermat lagi, pada mulanya media pembelajaran hanyalah dianggap sebagai alat untuk membantu guru dalam kegiatan mengajar (Teaching Aids). Alat bantu mengajar yang mula-mula digunakan adalah alat bantu visual seperti gambar, model, grafis atau benda nyata lain. Alat-alat bantu itu dimaksudkan untuk memberikan pengalaman lebih konkrit, memotivasi serta mempertinggi daya serap atau retensi belajar dan daya ingat siswa dalam belajar
Media visual merupakan media pembelajaran yang berisikan pesan atau materi pelajaran yang dibuat secara menarik dalam bentuk kombinasi gambar, teks, gerak, dan animasi yang disesuaikan dengan usia peserta didik untuk dapat menarik perhatian peserta didik dalam belajar, sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Media visual biasanya dibagi menjadi dua, yaitu di layar (yang dapat diproyeksikan) dan non proyeksi. Jadi, Media Visual adalah semua alat peraga yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang bisa dinikmati lewat panca indera (khususnya indera penglihatan).
Visualisasi pesan, informasi, atau konsep yang ingin disampaikan kepada siswa dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk seperti foto, gambar/ilustrasi, sketsa/gambar, garis, grafik, bagan, chart, dan gabungan dari dua bentuk atau lebih. Foto menghadirkan ilustrasi melalui gambar yang hampir menyamai kenyataan dari sesuatu objek atau situasi. Sementara itu, grafik merupakan representasi simbolis dan artistik sesuatu objek atau situasi.
Keberhasilan penggunaan media berbasis visual ditentukan oleh kualitas dan efektifitas bahan-bahan visual dan grafik itu. Hal ini hanya dapat dicapai dengan mengatur dan mengorganisasikan gagasan-gagasan yang timbul, merencanakannya dengan seksama, dan menggunakan teknik-teknik dasar visualisasi objek, konsep, informasi, atau situasi. Meskipun perancang media pembelajaran bukan seorang pelukis dengan latar belakang profesional, ia sebaiknya mengetahui beberapa prinsip dasar dan penuntun dalam rangka memenuhi kebutuhan penggunaan media berbasis visual.
Jika mengamati bahan-bahan grafik, gambar, dan lain-lain, yang ada di sekitar kita seperti, majalah, iklan-iklan, papan informasi, kita akan menemukan banyak gagasan untuk merancang bahan visual yang menyangkut penataan elemen-elemen itu harus dapat menampilkan visual yang dapat dimengerti, terang/dapat dibaca, dan dapat menarik perhatian sehingga ia mampu menyampaikan pesan yang diinginkan oleh penggunanya.
Dalam proses penataan itu harus diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip kesederhanaan, keterpaduan, penekanan, dan keseimbangan. Unsur-unsur visual yang selanjutnya perlu dipertimbangkan adalah bentuk, garis, ruang, tekstur, dan warna.
Dari penjelasan tersebut yang dimaksud dengan pengembangan media berbasis visual yaitu media dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk. Serta dalam penggunaannya akan berhasil jika efektifitas bahan-bahan visual dan grafik itu memadai dan dalam bentuk yang menarik minat siswa untuk melihat. Beberapa jenis media visual antara lain:
1. Media cetak seperti buku, modul, jurnal, peta, gambar dan poster.
2. Model dan prototipe seperti globe bumi.
3. Media realitas seperti alam sekitar dan sebagainya
C. Media Berbasis Audio-Visual
Dalam perkembangan selanjutnya, untuk menghindari verbalisme yang masih mengkin terjadi kalau hanya digunakan alat bantu visual semata. Maka, sekitar pertengahan abad 20 usaha pemanfaatan alat visual mulai dilengkapi dengan peralatan audio, maka lahirlah peralatan audio visual pembelajaran. Usaha-usaha untuk membentuk pembelajaran abstrak menjadi lebih konkrit terus dilakukan.
Audio-Visual adalah jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam suatu kegiatan atau proses. Pesan dan informasi yang dapat disalurkan melalui media ini dapat berupa pesan verbal dan nonverbal yang mengandalkan baik penglihatan maupun pendengaran.
Gabungan slide (film bingkai) dengan tape audio adalah jenis sistem media yang paling mudah diproduksi. Sistem media ini serba guna, mudah digunakan, dan cukup efektif untuk pembelajaran kelompok atau pembelajaran perorangan. Jika didesain dengan baik, sistem multimedia gabungan slide dan tape dapat membawa dampak yang dramatis dan tentu saja dapat meningkatkan hasil belajar.
Media pembelajaran gabungan slide dan tape dapat digunakan pada berbagai lokasi dan untuk berbagai tujuan pembelajaran yang melibatkan gambar-gambar guna menginformasikan atau mendorong lahirnya respon emosional. Tayangan satu atau seperangkat gambar bisa disertai oleh satu narasi yang sesuai sebagai pengantar dan pembelajaran pendahuluan dari satu unit pelajaran. Jadi, maksudnya adalah jika kita ingin menjelaskan tentang gambar gajah maka di dalam slide tersebut kita bisa beri gambar gajah dan juga kita beri penjelasannya tentang gajah tersebut. Contoh media audio-visual adalah:
- Film
- Vidio
- Program TV, dan lain-lain.
D. Media Berbasis Komputer
Pada awalnya media komputer ditemukan pada tahun 1950-an dan berkembang dengan lambat hingga tahun 1960-an, hal ini dikarenakan komputer yang dihasilkan pada masa itu burukuran besar sehingga tidak efisien ruang dan jumlah orang. Dan ketika ditemukannya prosesor berukuran kecil pada tahun 1975, terjadi perkembangan yang pesat pada penggunaan computer. Bahkan perkembangan teknologi tersebut terus berlangsung hingga kini dan menghasilkan berbagai macam teknologi komputer yang semakin canggih dan dipakai di hampir semua kegiatan terutama sebagai media pendidikan.
Media Berbasis Komputer digunakan sebagai media penyampaian informasi pembelajaran, latihan soal, umpan balik, dan skor jawaban peserta didik.
Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran dikenal dengan nama pembelajaran dengan bantuan komputer (Computer-assisted Instruction – CAI, atau Computer-assisted Learning CAL). Dilihat dari situasi belajar dimana computer digunakan untuk tujuan menyajikan isi pelajaran, CAI bisa berbentuk tutorial, drills and practice, simulasi dan permainan, yaitu:
1. Tutorial
Tutorial bertujuan untuk menyampaikan atau menjelaskan materi tertentu, dimana komputer menyampaikan materi, sesuai dengan bahan yang akan diajarkan.
Dalam menyajikan materi, tutorial dapat dibedakan menjadi tutorial linier dan tutorial bercabang. Tutorial linier menyajikan suatu topik ke topik berikutnya sesuai urutan yang telah ditetapkan oleh pemprogram, sehingga siswa tidak dapat memilih materi pembelajaran sesuai keinginan dan kemampuannya.
Sebaliknya pada tutorial bercabang perbedaan individu diperhatikan dengan memberikan kebebasan pada siswa untuk mempelajari materi sesuai keinginan dan kemampuannya. Penyajian materi dan topik pada tutorial bercabang menyesuaikan dengan pilihan dan kemampuan siswa.
2. Drills and Practice (Latihan)
Latihan untuk mempermahir keterampilan atau memperkuat penguasaan konsep dapat dilakukan dengan modus Drills and Practice. Komputer menyiapkan serangkaian soal atau pertanyaan yang serupa dengan yang biasa ditemukan dalam buku/lembaran kerja. Misalnya, soal matematika sederhana, menentukan sudut segitiga, menghitung luas berbagai bentuk geometrik seperti empat persegi panjang, kubus, bujur sangkar, lingkaran, dan lain-lain.
3. Simulasi
Simulasi digunakan untuk memperagakan sesuatu (keterampilan) sehingga siswa merasa seperti berada dalam keadaan yang sebenarnya. Simulasi banyak digunakan pada pembelajaran materi yang membahayakan, sulit, atau memerlukan biaya tinggi, misalnya untuk melatih pilot pesawat terbang atau pesawat tempur.
Pada perangkat ajar simulasi siswa dihadapkan pada situasi yang mirip dengan kehidupan nyata. Intinya, dunia nyata dipresentasikan dalam bentuk model dan kemudian dengan teknik simulasi siswa dapat mempelajari kelakuan sistem.
Dari penjelasan tersebut dapat dimengerti bahwa simulasi ini berusaha untuk membuat alat, sehingga membuat keadaan sama dengan keadaan aslinya.
4. Permainan Instruksional
Program permainan yang dirancang dengan baik dapat memotivasi siswa dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Berdasarkan tujuan belajarnya jenis permainan dibagi menjadi dua tipe, yaitu sebagai berikut:
a. Permainan Intrinsik (Intrinsic Games)
Mempelajari aturan permainan dan keahlian dalam suatu permainan (games).
b. Permainan Ekstrinsik (Extrinsic Games)
Permainan hanya sebagai perangkat tambahan sebagai fasilitas belajar dan membangkitkan motivasi siswa.
Pada dasarnya, media ini tepat jika diterapkan pada siswa yang senang bermain. Bahkan, jika didesain dengan baik sebagai sarana bermain sekaligus belajar, maka akan lebih meningkatkan motivasi belajar siswa.
E. Media Internet
Internet adalah sebuah jaringan komputer yang saling terhubung dan dapat berkomunikasi satu sama lain secara global/internasional baik melalui kabel, radio, satelit, dan lain-lain. Dunia internet kini sangat pesat, tanpa mengenal usia, tanpa mengenal jabatan, seakan kita semua harus dipaksa untuk mengenal dunia maya ini.
Implementasi dunia internet telah banyak diterapkan di seluruh dunia, ada konsep e-learning atau konsep pembelajaran jarak jauh, di mana antara guru/dosen dan murid/mahasiswa bisa melakukan kegiatan pembelajaran di luar sekolah/kampus.
Singkatnya, dunia internet adalah dunia dimana semua orang dapat mempermudah segala kegiatan rutin yang ada dengan memanfaatkan konsep teknologinya.
BAB IIIPENUTUP
A. Kesimpulan
Media Berbasis Audio adalah jenis media yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan hanya melibatkan indera pendengaran peserta didik.
Media Visual adalah semua alat peraga yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang bisa dinikmati lewat panca indera.
Audio-Visual adalah jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam suatu kegiatan atau proses.
Media Berbasis Komputer adalah penggunaan komputer sebagai media penyampaian informasi pembelajaran, latihan soal, umpan balik, dan skor jawaban peserta didik.
Multimedia berbasis komputer dan interactive video merupakan alat untuk menyampaikan informasi atau pembelajaran kepada peserta didik yang meggunakan berbagai macam multimedia
Microsoft powerpoint merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan oleh orang-orang dalam mempresentasikan bahan ajar atau laporan, karya, atau status mereka.
Internet adalah sebuah jaringan computer yang saling terhubung dan dapat berkomunikasi satu sama lain secara global/internasional baik melalui kabel, radio, satelit, dan lain-lain.
B. Saran
Adapun saran/kritik dalam penulisan Makalah ini yaitu :
1.Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan makalah kami selanjutnya.
2. Semoga dengan dibuatnya makalah ini kita bisa menambah wawasan pengetahuan kita, tentang Pengembangan Media Pembelajaran. Dan semoga kita bisa menerapkan media-media pembelajaran ini dalam proses belajar-mengajar sebagaiman mestinya.
3. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, terutama bagi penulis pribadi. Aamiin.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada
Asmara, AP. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Tentang Pembuatan Koloid. 15(2):156-178
Bahtraedu. 2015. Media Pembelajaran Power Point di https://bahtraedu.wordpress.com/2015/05/02/media-pembelajaran-power-point/amp/ (diakses pada 17 Februari 2020)
Batubara, HH. 2018. Pembelajaran Berbasis Web dengan Moodle Versi 3.4. Yokyakarta:CV Budi Utama.
Faridah841. 2017. Media Pembelajaran Berbasis Visual di https://faridah841.wordpress.com/2016/11/15/media-pembelajaran-berbasis-visual/amp/ (diakses pada 17 Feberuari 2020)
Huda, FA. 2017. Pengertian Media Pembelajaran Audio Visual di http://fatkhan.web.id/pengertian-media-pembelajaran-audio-visual/ (diakses pada 17 Feberuari 2020)
Kasim, Fatmah. 2015. Media Pembelajaran Berbasis Komputer di http://mynewblogpembelajarankomputer.blogspot.com/2015/09/media-pembelajaran-berbasis-komputer.html?m=1 (diakses pada 17 Feberuari 2020)
Marisa, dkk. 2019. Komputer dan Media Pembelajaran. Banten: Universitas Terbuka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar