Senin, 02 November 2020

Makalah Materi dan Perubahannya

MAKALAH

KIMIA DASAR

“MATERI DAN PERUBAHANNYA”

 



OLEH:

Nama                    : Hildawati

NIM                     : H0418321

       Kelas                    : Fisika. B 2018

            Prodi                    : Pendidikan Fisika

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SULAWESI BARAT

2018



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaiakan Makalah dengan judul “MATERI DAN PERUBAHANNYA”. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas individu dalam mata kuliah Bahasa Indonesia.

Atas bimbingan bapak/ibu dosen dan saran dari teman-teman maka disusunlah Makalah ini. Semoga dengan tersusunnya makalah ini diharapkan dapat berguna bagi kami semua dalam memenuhi salah satu syarat tugas kami di perkuliahan. Makalah ini diharapkan bisa bermanfaat dalam proses pembelajaran.

Dalam menyusun makalah ini, penulis banyak memperoleh bantuan dari berbagai pihak, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait. Dalam menyusun makalah ini, penulis telah berusaha dengan segenap kemampuan untuk membuat Makalah yang sebaik-baiknya. Sebagai pemula tentunya masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam makalah ini, oleh karenanya kami mengharapkan kritik dan saran agar makalah ini bisa menjadi lebih baik.

Demikianlah kata pengantar Makalah ini dan penulis berharap semoga Makalah ini dapat digunakan sebagaimana mestinya. AamiIn.

Majene, 09 Oktober 2018

Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………….1

DAFTAR ISI…………………………………………………………...2

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang……………………………………………………..  3

B. Rumusan Masalah……………………………………………….....  3

C. Tujuan Penulisan…………………………………………………...  3

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Materi………………………………………………….... 4

B. Macam-macam wujud materi…………………………………….. ....4

C. Sifat materi…………………………………………………………...7

D. Perubahan materi…………………………………………………......8

E. Ikatan kimia dan ikatan kovalen…………………………………......10

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan…………………………………………………………..12

B. Kritik/saran……………………………………………………….......12

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………13



BAB I
PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

     Materi adalah suatu objek atau bahan yang membutuhkan ruang yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang disebut massa. Secara umum, materi dapat juga didefinisikan sebagai sesuatu yang memiliki massa dan menempati volume.

     Materi adalah suatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Contohnya: air, batu, pasir, tanah, oksigen, kayu, besi, dll. Massa suatu benda berbeda dengan berat suatu benda. Massa suatu benda menunjukkan jumlah materi yang menyusun benda tersebut. Oleh karena itu, massa benda sifatnya tetap di semua tempat. Massa dinyatakan dalam kilogram (kg). Berat benda adalah gaya yang menyatakan besarnya tarikan gravitasi terhadap benda yang mempunyai massa. Oleh karena itu, berat suatu benda akan berbeda di tempat yang berbeda. Karena berat merupakan gaya, maka satuan berat adalah newton( N). Dua benda dengan massa yang sama bila ditimbang di tempat yang memiliki  gravitasi sama, akan memiliki berat yang sama pula.

     Materi dapat memiliki wujud padat, cair maupun gas. Jika kita mengamati lingkungan disekitar kita maka anda akan dapat menemukan banyak sekali materi baik yang anda sadari seperti batu, besi, kayu, kertas, maupun yang tidak kita sadari seperti oksigen dan air.


B. Rumusan Masalah

1. Apa Pengertian dari Materi?
2. Jelaskan Macam-macam Wujud Materi?
3. Jelaskan Sifat materi?
4. Jelaskan tentang Perubahan materi?
5. Apa yang di maksud Unsur, molekul, senyawa?


C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian materi.
2. Untuk mengetahui Macam-macam Wujud Materi
3. Untuk mengetahui Jelaskan Sifat materi
4. Untuk mengetahui tentang Perubahan materi
5. Untuk mengetahui Ikatan kimia dan ikatan kovalen



BAB II
PEMBAHASAN

 

A. Pengertian Materi

        Materi adalah material fisik yang menyusun alam, yang bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang (volume). Contohnya: air, batu, pasir, tanah, oksigen, kayu, besi, dll. Materi merupakan sesuatu yang memiliki massa dan volume serta menempati ruang, benda-benda di sekitar kita misalnya meja, mobil, buku, air dan udara juga merupakan materi selain menempati ruang juga mempunyai massa.
       Massa suatu benda berbeda dengan berat suatu benda. Massa suatu benda menunjukkan jumlah materi yang menyusun benda tersebut. Oleh karena itu, massa benda sifatnya tetap di semua tempat. Massa dinyatakan dalam kilogram (kg). Berat benda adalah gaya yang menyatakan besarnya tarikan gravitasi terhadap benda yang mempunyai massa. Oleh karena itu, berat suatu benda akan berbeda di tempat yang berbeda. Karena berat merupakan gaya, maka satuan berat adalah newton( N). Dua benda dengan massa yang sama bila ditimbang di tempat yang memiliki  gravitasi sama, akan memiliki berat yang sama pula.

B. Macam-macam Wujud Materi

1. Zat padat

        Zat padat adalah materi yang mempunyai bentuk dan volume (ruang yang ditempati zat padat, cair, atau gas) tertentu. Materi dalam wujud padat misalnya : baja, batu dan kapur. Ada dua cara partikel padat bisa tersusun, yaitu:

  • Dalam baris-baris teratur yang rapi
  • Dalam susunan yang tidak tentu.

    Zat padat yang partikelnya tersusun dalam baris yang teratur rapi disebut kristal. Contoh umum kristal adalah sebagian besar logam, intan, es, dan kristal garam.

    Zat padat yang partikelnya tidak tersusun secara teratur disebut amorf. Zat padat amorf biasanya bertekstur mengilat atau elastis. Contoh umum zat padat amorf adalah lilin, kaca, karet, dan plastik Wujud Materi

2. Zat cair

    Zat cair mempunyai volume tertentu dan zat cair akan berbentuk seperti wadah yang ditempatinya karena Zat cair digambarkan sebagai zalir (fluida). Zalir adalah zat dengan molekul-molekul yang bergerak bebas saling melewati, sehingga zalir menyesuaikan bentuk wadahnya. Materi dalam wujud cair misalnya : air, minyak goreng, alkohol, bensin, solar, larutan gula, air laut Wujud Materi.

3. Zat gas

    Gas adalah wujud materi yang mudah berubah bentuk dan volumenya. Seperti zat cair, gas digambarkan sebagai zalir. Partikel-partikel di dalam gas dengan cepat menyebar mengisi semua ruang yang tersedia. Karena terdapat jarak yang jauh antara partikel-partikel gas, gas bisa dengan mudah dimampatkan untuk mengurangi volumenya. Materi yang tergolong dalam wujud gas, misalnya : udara, gas bumi, gas elpiji, uap air, gas kapur, kapur barus.

        Wujud materi yang bisa dialami zat tertentu disebut fase zat. Air adalah jenis materi yang sangat kita kenal. Air biasanya berada dalam fase padat (es), fase cair (air) dan fase gas (uap). Materi dapat dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Zat Tunggal

    Zat tunggal adalah materi yang memiliki susunan partikel yang tidak mudah dirubah dan memilik komposisi yang tetap. Zat tunggal dapat diklasifikasikan sebagai unsur dan senyawa. Zat tunggal berupa unsur didefinisikan sebagai zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana. Unsur besi tidak bisa diuraikan menjadi zat lain, jika ukuran besi ini diperkecil, maka suatu saat akan didapatkan bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi dan disebut dengan atom besi.sat tunggal dapat di bagi menjadi dua yaitu.

a. Senyawa

    Senyawa merupakan zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi dua zat atau lebih. Beberapa contoh senyawa adalah air, sukrosa (gula tebu) dan natrium klorida (garam dapur). Air dapat diuraikan oleh listrik menjadi gas hidrogen dan gas oksigen. Sukrosa dapat diuraikan dengan pemanasan menjadi arang (karbon) dan air. Sedangkan natrium klorida juga dapat diuraikan oleh listrik (elektrolisis) sehingga menjadikan dua unsur yaitu natrium dan klorin. Senyawa terbentuk oleh ikatan kimia dari dua jenis unsur atau lebuh, suatu senyawa mempunyai sifat tertentu dan berbeda dari sifat unsur-unsur penyusunnya.

1) Senyawa kimia adalah zat tunggal yang terbentuk dari beberapa unsur dengan melalui reaksi kimia dan senyawa tersebut juga dapat diuraikan lagi menjadi unsur-unsur pembentuknya dengan reaksi kimia tersebut. Contohnya, dihidrogen monoksida (air, H2O) adalah sebuah senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen untuk setiap atom oksigen.

2) Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik disebut kimia organik. Banyak di antara senyawaan organik, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia.

    Contoh senyawa yang pertama adalah air yang biasa kita kenal gabungan antara dua unsur yaitu hidrogen dan oksigen di mana hidrogen sendiri berupa zat gas yang mudah terbakar dan oksigen diperlukan dalam proses pembakaran. Contoh senyawa yang kedua adalah natrium klorida atau lebih dikenal dengan nama garam dapur di mana natrium klorida adalah gabungan antara dua unsur yaitu natrium serta klorin. Padahal, natrium sendiri adalah logam yang sangat reaktif dan dapat meledak jika terkena air, dan klorin sendiri adalah unsur nonlogam yang berupa gas dan sangat reaktif, baunya juga menusuk. Senyawa dapat di bagi menjadi dua yaitu, molekul dan atom.

1) Molekul

    Molekul adalah partikel yang terdiri atas dua atau lebih atom, baik atom sejenis maupun atom yang berbeda. Molekul yang terdiri atas atom sejenis disebut  molekul unsur, sedangkan molekul yang terdiri atas atom-atom yang berbeda disebut molekul senyawa.

Contoh molekul unsur :

  • Gas hidrogen (H2)
  • Gas oksigen (O2)
  • Gas nitrogen (N2)
  • Gas Klorin (Cl2)
  • Iodin (I2)
  • Fosfor (P4)
  • Belerang (S8) 

Contoh molekul senyawa :

  • Natrium klorida (NaCl)
  • Natrium hidroksida (NaOH)
  • Asam sulfat (H2SO4)
  • Karbondioksida (CO2)
  • Amonia (NH3)

2) Atom

    Menurut Teori atom Dalton, atom adalah bagian terkecil dari unsur yang sudah tidak dapat dibagi lagi dengan reaksi kimia biasa. Menjelang abad ke-19, diketahui bahwa atom bukanlah partikel yang tidak dapat dibagi-bagi lagi karena mengandung sejumlah partikel subatomik yaitu elektron, proton, dan netron.

    Atom terdiri atas inti atom dan dikelilingi oleh elektron yang bergerak menurut orbit tertentu. Hampir semua massa atom terpusat di inti atom yang berupa proton dan neutron.

Lambang sebuah atom ditulis sebagai berikut : 

AXZ

Keterangan :

A = nomor massa

Z = nomor atom

Nomor massa = jumlah poton + jumlah neutron

Nomor atom = jumlah proton = jumlah electron

Jumlah neutron = Nomor massa – Nomor atom


b. Unsur

    Unsur merupakan zat tunggal yang secara kimia tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat lain. Beberapa contoh unsur adalah oksigen, nitrogen, hidrogen, besi, aluminium, emas, perak, raksa, dan platina. Unsur-unsur alam tersebut umumnya terdapat dalam bentuk senyawa, seperti halnya hidrogen sebagai contoh terdapat di dalam air dan karbohidrat. Beberapa unsur seperti oksigen, nitrogen, belerang, emas, dan platina di samping sebagai senyawa juga terdapat dalam keadaan bebas. Sebagaimana kita ketahui, oksigen dan nitrogen terdapat dalam udara. Unsur-unsur yang sudah dikenal ada yang berupa logam, bukan logam (nonlogam), dan semilogam. 

1) Unsur Logam

    Logam adalah unsur yang memiliki sifat mengkilap dan umumnya merupakan penghantar listrik dan penghantar panas yang baik. Unsur-unsur logam umumnya berwujud padat pada suhu dan tekanan normal, kecuali raksa yang berwujud cair. Pada umumnya unsur logam dapat ditempa sehingga dapat dibentuk menjadi bendabenda lainnya.

Nama indonesia

Nama latin

Lambang unsur

Bentuk fisik

Aluminium

Aluminium

Ba

Padat, putih, keperakan

Barium

Barium

Ba

Padat, putih, keperakan

Besi

Ferrum

Fe

Padat, putih, keperakan

Emas

Aurum

Au

Padat, berwarna kuning

Kalium

Kalium

K

Padat, putih, keperakan

Kalsium

Calcium

Ca

Padat, putih, keperakan

Kromium

Chromium

Cr

Padat, putih, keperakan

Magnesium

Magnesium

Mg

Padat, putih, keperakan

Mangan

Manganium

Mn

Padat, putih abu-abu

Natrium

Natrium

Na

Padat, putih, keperakan

Nikel

Nickelium

Ni

Padat, putih, keperakan

2) Unsur Non Logam

    Unsur nonlogam adalah unsur yang tidak memiliki sifat seperti logam. Pada umumnya, unsur-unsur nonlogam berwujud gas dan padat pada suhu dan tekanan normal. Contoh unsur nonlogam yang berwujud gas adalah oksigen, nitrogen, dan helium. Contoh unsur nonlogam yang berwujud padat adalah belerang, karbon, fosfor, dan iodin. Zat padat nonlogam biasanya keras dan getas. Unsur nonlogam yang berwujud cair adalah bromin. Perhatikan contoh unsur nonlogam berikut:

Nama Indonesia

Nama latin

Lambang unsur

Bentuk fisik

Belerang

Sulfur

S

Padat, kuning

Bromin

Bromium

Br

Cair, coklat kemerahan

Fluorin

Fluorine

F

Gas, kuning muda

Fosforus

Phosphorus

P

Padat, putih dan merah

Helium

Helium

He

Gas,tidak berwarna

Hydrogen

Hydrogenium

H

Gas,tidak berwarna

Karbon

Carbonium

C

Padat, hitam

Klorin

Chlorinr

Cl

Gas, kuning kehijauan

Neon

Neon

Ne

Gas,tidak berwarna

Nitrogen

Nitrogenium

N

Gas,tidak berwarna

Oksigen

oxygenium

O

Gas,tidak berwarna

Silicon

Silicium

Si

Padat, abu-abu mengkilap

iodin

iodium

I

Padat, hitam (uapnya berwarna ungu)

 3) Unsur Semi Logam (Metaloid)

    Selain unsur logam dan nonlogam ada juga unsur semilogam atau yang dikenal dengan nama metaloid. Metaloid adalah unsur yang memiliki sifat logam dan nonlogam. Unsur semilogam ini biasanya bersifat semikonduktor. Apakah yang dimaksud semikonduktor? Bahan yang bersifat semikonduktor tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik pada suhu yang rendah, tetapi sifat hantaran listriknya menjadi lebih baik ketika suhunya lebih tinggi.

Unsur-unsur semi logam (Metaloid ).

Nama Indonesia

Nama latin

Lambang unsur

Bentuk fisik

Boron

Boronium

B

Padat, kecoklatan

Silicon

Silicium

Si

Padat, abu-abu mengkilap

Germanium

Germanium

Ge

Padat, abu-abu mengkilap

Arsen

Arsenium

As

Padat, abu-abu mengkilap

Antimony

Stibium

Sb

Padat, abu-abu mengkilap

Tellurium

Tellurium

Te

Padat, keperakan

Polonium

Polonium

Po

Padat, keperakan


c. Campuran

    Campuran adalah materi yang disusun oleh beberapa zat tunggal baik berupa unsur atau senyawa dengan komposisi yang tidak tetap. Dalam campuran sifat dari materi penyusunnya tidak berubah. Campuran dapat kita bagi menjadi dua jenis, yaitu campuran homogen dan campuran 

1) Campuran homogen

    Campuran homogen adalah campuran serba sama yang materi-materi penyusunnya berinteraksi, namun tidak membentuk zat baru. Untuk lebih jelasnya kita perhatikan contohnya larutan gula dalam sebuah gelas Larutan ini merupakan campuran air dengan gula, jika kita coba rasakan, maka rasa larutan diseluruh bagian gelas adalah sama manisnya, baik yang dipermukaan ditengah maupun dibagian bawah. Campuran homogen yang memiliki pelarut air sering disebut juga dengan larutan lihat Gambar 1.13. Campuran homogen dapat pula berbentuk sebagai campuran antara logam dengan logam, seperti emas 23 karat merupakan campuran antara logam emas dan perak. Kedua logam tersebut memadu sehingga tidak tampak lagi bagian emas atau bagian peraknya. Campuran logam lain seperti perunggu, alloy, amalgam dan lain sebagainya.

2) Campuran heterogen

    Campuran heterogen adalah campuran serbaneka, dimana materi-materi penyusunnya tidak berinteraksi, sehingga kita dapat mengamati dengan jelas dari materi penyusun campuran tersebut.Campuran heterogen tidak memerlukan komposisi yang tetap seperti halnya senyawa, jika kita mencampurkan dua materi atau lebih maka akan terjadi campuran. Contoh yang paling mudah kita amati dan kita lakukan adalah mencampur minyak dengan air, kita dapat menentukan bagian minyak dan bagian air dengan indera mata kita. Perhatikan pula susu campuran yang kompleks, terdiri dari berbagai macam zat seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin C dan E dan mineral


C. Sifat Materi

    Berdasar kaitannya dengan perubahan materi, sifat-sifat materi dapat dibedakan menjadi:

1. Sifat fisika (sifat fisik)

    yaitu sifat yang berhubungan dengan penampilan fisik yang biasanya dapat diamati dari luar materi. Sifat fisik ini tidak menyebabkan terbentuknya zat lain. Contoh: warna, bau, rasa, titik didih, massa jenis.

2. Sifat kimia

    yaitu sifat khas yang menjadi identitas dasar materi yang dapat diamati didalam materi tersebut. Sifat kimia ini berhubungan dengan perubahan menjadi zat lain (menyebabkan terbentuknya zat lain). Contoh: keelektronegatifan, kereaktifan, energi ionisasi, energi ikatan

    Berdasarkan kaitannya dengan ukuran atau jumlah materi, sifat-sifat materi dapat dibedakan menjadi:

1. Sifat ekstrinsik

    yaitu sifat yang besarnya bergantung pada jumlah/ukuran materi. Contoh: massa, berat, volume

2. Sifat intrinsik

    yaitu sifat yang tidak bergantung pada jumlah/ukuran materi. Contoh: bau, warna, rasa, massa jenis, titik didih, sifat kimia (misalnya: keelektronegatifan, kereaktifan, energi ikatan).


D. Perubahan Materi

    Menurut Einstein massa (m) dapat berubah menjadi energi (E), atau sebaliknya.

ket.

c = cepat rambat cahaya (kecepatan cahaya).

    Energi merupakan penyebab utama terjadinya perubahan materi. Tidak ada yang abadi , kecuali Tuhan Yang Maha Esa, pencipta materi tersebut. Dengan demikian materi di alam ini selalu mengalami perubahan. Perubahan terjadi karena berubah massanya, berubah volumenya, berubah wujudnya, atau berubah menjadi materi lain. Perubahan tersebut sering kali kita lihat, seperti : Air mendidih manjadi uap, Besi berkarat, Susu menjadi basi, Ledakan mercon, Kapur barus menyublim.

    Sesungguhnya, perubahan materi melibatkan perubahan sifat dari materi itu sendiri. Perubahan sifat ini ada yang hanya melibatkan perubahan sifat fisikanya saja, dan ada juga yang melibatkan perubahan sifat kimianya. Biasanya perubahan sifat kimia suatu materi selalu melibatkan juga perubahan sifat fisikanya. Para ahli kimia mengelompokkan menjadi 2 perubahan yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia.

1. Perubahan Fisika

    Perubahan fisika merupakan perubahan materi yang tidak disertai terjadinya zat baru, tidak berubah zat asalnya, hanya terjadi perubahan wujud, perubahan bentuk atau perubahan ukuran. Pada perubahan wujud, wujud dapat dikembalikan ke wujud dan bentuk asalnya. Contoh : jika air dipanaskan akan berubah menjadi uap air, sedangkan jika air didinginkan maka air akan membeku menjadi es. Es, air dan uap adalah zat yang sama hanya wujudnya saja yang berbeda.

a. Perubahan Fisika Karena Perubahan Wujud

    Benda atau zat padat berubah menjadi benda cair, Mencair atau Pencairan Contoh: es krim yang berubah menjadi cair terkena suhu panas.permen atau coklat yang mencair terkena suhu panas

  • Benda atau zat cair berubah menjadi benda padat = Membeku atau Pembekuan Contoh: membuat es kebo dari air sirup dalam plastik.membuat agar-agar atau jelly.
  • Benda atau zat padat berubah menjadi benda gas = Menyublim atau Penyubliman atauSublim, Contoh :kapur barus yang menyublim menjadi gas berbau wangi. biang es didalam kotak es tongtong untuk mendinginkan es.
  • Benda atau zat gas berubah menjadi benda padat = Menghablur atau Penghabluran atau hablur atau mengkristal atau pengkristalan, Contoh : pembuatan ammonium sulfat dan ammonium nitrat bahan pupuk.
  • Benda atau zat gas berubah menjadi benda cair = Mengembun atau Pengembunan, Contoh :Hujan di malam minggu berasal dari uap awan yang menjadi air. Udara lembab dan dingin di pagi hari membuat embun di pucuk daun.
  • Benda atau zat cair berubah menjadi benda gas = Menguap atau Penguapan, Contoh :Air comberan menguap menjadi uap terkena sinar matahari.

b. Perubahan Fisika karena Perubahan bentuk

    Contohnya : kayu diubah menjadi kursi/lemari dan beras diubah menjadi tepung beras.

c. Perubahan Fisika karena Pelarutan/Pengeringan

    Contohnya : nasi diubah menjadi bubur, gula diubah menjadi sirop dan sayuran menjadi layu.


Contoh lain Perubahan Fisika

    Contohnya : bola lampu lisrik menyala cermin memantulkan sinar dan mobil dicat.

Perubahan wujud

gas > padat = menyublim

padat > gas = menyublim

padat > cair = mencair

cair > padat = membeku

cair > gas = menguap

gas > cair = mengembun


2. Perubahan Kimia

    Perubahan kimia merupakan perubahan zat yang menyebabkan terjadinya satu atau lebih zat yang jenisnya baru. Perubahan kimia selanjutnya disebut reaksi kimia. Contoh : Besi berkarat, proses fotosintesis, pembuatan tempe (fermentasi), indutri asam sulfat, industri alkohol dan lain-lain. Perubahan kimia dapat terjadi karena beberapa proses yaitu :

a. Proses Pembakaran

    Pada proses pembakaran terjadi reaksi antara zat yang terbakar dengan oksigen dan adanya api. Pada proses pembakaran, zat asal akan berubah menjadi zat baru yang berbeda sifatnya dari zat asal.

Contoh proses pembakaran: Kertas dibakar akan berubah menjadi gas, asap, ataupun abu. Bensin terbakar, Lilin menyala, Petasan meledak.

    Pada pembakaran sempurna bahan bakar dihasilkan karbondioksida dan uap air. Jadi pada proses pembakaran dihasilkan zat baru, yaitu karbondioksida, uap air, asap dan arang. Pada pembakaran yang tidak sempurna dihasilkan gas beracun yaitu karbon monoksida yang menyebabkan sesak napas.

b. Proses Peragian

    Proses peragian merupakan proses di mana zat asal yang mengandung karbohidrat/protein dengan bantuan mikroorganisme (ragi/bakteri) akan berubah menjadi zat-zat lain.

Contohnya : Singkong , beras diubah menjadi tape, Kedelai diubah menjadi kecap, tempe tauco, tepung gandum diubah menjadi roti

c. Proses Perusakan Atau Pelapukan

Proses perusakan atau pelapukan yaitu kerusakan yang terjadi karena aktivitas mikroba, enzim atau reaksi kimia.

Contohnya : Makanan menjadi basi minyak menjadi tengik, pelapukan kayu, buah-buahan membusuk.

d. Proses Mahluk Hidup

Proses fotositesis, terjadi dengan adanya klorofil (zat hijau daun). Dengan bantuan sinar matahari tumbuh-tumbuhan mengubah karbondioksida dan air menjadi glukosa dan gas oksigen.

e. Proses pencernaan makanan.

    Nasi (karbohidrat) dalam tubuh kita dengan bantuan enzim diubah menjadi glukosa enzim Karbohidrat glukosa. Proses pernapasan, terjadi di mana glukosa dari hasil pencernaan dalam tubuh akan dibakar dengan oksigen menghasilkan karbondioksida, air, dan energi. Reaksi :

Glukosa + Oksigen karbondioksida + air + energi

C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + energy

Hukum kekekalan reaksi kimia: “Dalam reaksi kimia massa zat - zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama”

        Bagaimana membedakan perubahan kimia dari perubahan fisika selain dengan jalan membuktikan terjadinya zat yang jenisnya baru? Reaksi kimia (perubahan kimia) sering disertai gejala atau tanda-tanda terbentuknya zat baru. Ada empat macam petunjuk yang menandai berlangsungnya suatu reaksi kimia yaitu:

1. Pembentukan gas

2. Pembentukan endapan

3. Perubahan warna

4. Perubahan suhu

    Dari uraian tentang perubahan materi di atas, maka kita bisa membedakan antara perubahan fisika dengan perubahan kimia sebagai berikut.

Perubahan fisika

Perubahan kimia

Bersifat sementara

Bersifat kekal (permanen)

Tidak menyebabkan terbentuknya materi baru

Menyebabkan terbentuknya materi baru

Hanya melibatkan perubahan pada sifat fisika materi

Melibatkan perubahan pada sifat fisika maupun sifat kimia.


D. Ikatan Kimia dan Ikatan Kovalen

1. Ikatan Kimia

    Ikatan kimia pada prinsipnya berasal dari interaksi antar elektron-elektron yang ada pada orbit luar, atau orbit yang terisi sebagian atau orbit bebas dalam atom lainya. Interaksi atom-atom logam (ikatan metalik/ikatan logam).

    Dalam interaksi antar atom logam, ikatan kimia dibentuk oleh gaya tarik menarik-menarik elektron oleh inti (nucleus) yang berbeda. Asalnya elektron milik satu atom yang ditarik oleh inti atom tetangganya yang bermuatan +, dan elektron ini disharing dg gaya tarik yang sama oleh inti lain yang mengitarinya. Akibat jumlah elektron valensi yang rendah dan terdapat jumlah ruang kososng yang besar, maka e memiliki banyak tempat untuk berpindah. Keadaan demikian menyebabkan e dapat berpindah secara bebas antar kation-kation tersebut. Elektron ini disebut delocalized electron dan ikatannya juga disebut delocalized bonding

    Elektron bebas dalam orbit ini bertindak sebagai perekat atau lem. Kation yang tinggal berdekatan satu sama lain saling tarik menarik dengan elektron sebagai semennya.

2. Ikatan kovalen

a. Ikatan dengan non logam

    Pada prinsipnya semua ikatan kimia berasal dari gaya tarik menarik inti (nucleus) yang bermuatan + terhadap e yang bermuatan negatif, Gaya tarik menarik ini ditentukan oleh Hukum Coulomb.

F = K

ket.

F                : Gaya tarik menarik atau tolak menolak

Q1 dan Q2 : Muatan partikel 1 dan 2

r                 : Jarak antara partikel 1 dan 2

k                 : Konstante dielektrik

    Bila Q1 dan Q2 bermuatan sama, maka keduanya akan tolak-menolak, sebaliknya bila Q1 dan Q2 bermuatan berlawanan akan terjadi tarik menarik.

    Ikatan kovalen terbentuk, karena hampir semua unsur memiliki ruang kosong dan orbit luar berenergi rendah. Makin rendah energi suatu orbit, nakin tinggi stabilitas elektron yang ada di dalamnya. Semua unsur non-logam memiliki paling tidak 4 dari 8elektron yang mungkin berada pada orbit luar, kecuali: H, He, dan B.

    Perbedaan unsur non-logam dengan logam adalah tidak memiliki kelebihan ruang kosong yang berenergi rendah untuk penyebaran elektron yang akan disharing. Elektron yang dapat disharing dalam unsur non-logam tidak mengalami delocalised seperti pada ikatan metalik (ikatan logam). Jadi elektron ini tinggal terlokalisir dalam kedekatan antar 2 inti (ikatan kovalen).

Contoh: pembentukan H2 dari 2 atom H. Pada molekul H2 ada 3 gaya yang bekerja yaitu:

  • Gaya tolak-menolak antara 2 inti
  • Gaya tolak-menolak antara 2 elektron
  • Gaya tarik-menarik antara inti dari satu atom dengan elektron dari atom yang lainnya. Besarnya gaya c ini lebih besar dari jumlah gaya a dan b.

Valensi atau kekuatan penggabungan

Valensi suatu atom adalah jumlah ikatan kovalen yang dapat terbentuk. Contoh: valensi H = 1, He = 0, F = 1, O = 2, Li =1.

b. Ikatan non-logam dengan logam

    Pasangan elektron yang membentuk suatu ikatan antara atom logam dan non-logam terletak pada orbit yang overlap antara 2 atom tersebut. Karena atom non logam tidak mempunyai ruang kosong dengan energi rendah, maka elektron akan tersebar pada daerah orbit yang overlap.

    Atom dari unsur yang berbeda memiliki kemampuan yg berbeda dalam menarik pasangan elektron dalam suatu ikatan kovalen.

F, O, Cl                  : kemampuan menariknya kuat

Na, K                     : kemampuan menariknya lemah

Elektro-negativitas: kemampuan relatif suatu unsur untuk memenuhi muatan listrik yang negatif.


 

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

      Materi adalah suatu objek atau bahan yang membutuhkan ruang yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang disebut massa. Secara umum, materi dapat juga didefinisikan sebagai sesuatu yang memiliki massa dan menempati volume.

     Materi adalah suatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Contohnya: air, batu, pasir, tanah, oksigen, kayu, besi, dll.

      Energi merupakan penyebab utama terjadinya perubahan materi. Tidak ada yang abadi, kecuali Allah SWT, pencipta materi tersebut. Dengan demikian materi di alam ini selalu mengalami perubahan. Perubahan terjadi karena berubah massanya, berubah volumenya, berubah wujudnya, atau berubah menjadi materi lain. Perubahan tersebut sering kali kita lihat, seperti: Air mendidih manjadi uap, Besi berkarat, Susu menjadi basi, Ledakan mercon, Kapur barus menyublim.


B. Kritik/Saran

Adapun saran yang dapat penulis berikan dalam penulisan Makalah ini yaitu :

1. Sebaiknya mahasiswa lebih mendalami pemahaman tentang “Materi dan Perubahnnya”  karena materi ini merupakan materi dari salah satu mata kuliah umum yang perlu diluluskan untuk pengambilan SKS berikutnya.

2. Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan makalah kami selanjutnya.

3. Semoga dengan dibuatnya makalah ini kita bisa menambah wawasan pengetahuan kita, kita tahu apa itu materi dan bagaimana perubahannya, sehingga materi tersebut bisa bermanfaat di dunia ini. Dan semoga kita bisa lebih kritis lagi dalam membedakan perubahan materi. Sekian Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, terutama bagi penulis pribadi. Aamiin.

 

 

DAFTAR PUSTAKA


http://forum.upi.edu/v3/index.php?topic-14539.0

http://romdhoni.staff.gunadarma.ac.id/downloads

http://www.dokterkimia.com/2016/06/perubahan-materi.html

http://www.slideshare.net/mithys/kelompok-1-materi-dan-perubahannya?related=1

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar